“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.
Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari
kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah [2]:
148)
Rivalitas (persaingan)
telah menjadi sunatullah yang mesti terjadi. Kebutuhan manusia yang tidak
sebanding dengan alat pemenuhan yang tersedia menyebabkan masing-masing
individu atau kelompok berusaha untuk bisa meraihnya. Persaingan bukanlah
sesuatu yang buruk atau merugikan, bila dilakukan sesuai aturan yang jelas,
sikap yang sportif serta mental fair play.
“Untuk tiap-tiap umat
di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Maidah [5]: 48)
Sebagai konsekuensi
dari adanya persaingan itu tidak semua orang memperoleh apa yang diinginkan.
Lalu muncul golongan yang disebut pecundang dan pahlawan. Namun tidak semua yang kalah adalah pecundang
dan tidak selamanya mereka yang menang bisa disebut pahlawan. Karena semuanya tergantung
bagaimana sikap dan cara yang mereka gunakan dalam bersaing. Jika kemenangan
diraih lewat berbagai kecurangan ia
justru lebih pantas dijuluki ‘pecundang sejati’. Sebaliknya seorang yang kalah
dan mau mengakui kemenangan lawan secara sportif dan legawa, ia sebenarnya
adalah pahlawan, karena mampu mengalahkan ke’aku’annya sendiri. Serta mampu
menghargai keunggulan orang lain.
Kemajuan dunia yang
begitu pesat saat ini menambah ruang yang luas bagi manusia untuk bersaing
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara global. Jarak ribuan kilometer, batas
negara, perbedaan budaya dan semacamnya tidak lagi menjadi penghalang
memperebutkan berbagai peluang yang ada. Orang dari Asia bisa bersaing
memperebutkan peluang kerja di Eropa atau sebaliknya melalui jaringan internet.
Menumbuhkan kesadaran
dan keberanian bersaing sangat berguna bagi kita. Agar tidak minder dan kalah
dalam bersaing. Karena hidup tidak lepas dari adanya persaingan. Segi positif
dari adanya persaingan, dapat memacu setiap diri untuk berusaha berkembang dan
lebih baik lagi. Sehingga manusia dapat hidup dinamis dan mengalami perubahan
ke arah yang relatif lebih baik lagi. Dengan adanya persaingan manusia dituntut
minimal berusaha agar tidak kalah dengan orang lain. Ini berguna bagi
pembangunan dan pengembangan kemampuan diri.
Allah tampaknya memang
sengaja menciptakan adanya kompetisi dalam dunia ini. agar dapat dibedakan mana
manusia yang benar-benar patuh dan berusaha sungguh-sungguh meniti jalan-Nya
dan mana manusia yang dusta dan berjalan seenaknya sendiri. Dari adanya
persaingan ini pula lapangan dakwah terbuka dengan lebar sebagai ladang amal.
Silakan bersaing di jalan Allah karena yang menang pasti mendapat hadiah
dari-Nya.
Hidup tanpa ada
persaingan rasanya hambar. Dengan adanya pesaing secara spontan perasaan enggan
dikalahkan hadir sehingga kita terpacu untuk lebih baik lagi. Disinilah manfaat
dari adanya rivalitas.

0 comments:
Post a Comment