Tuesday, March 12, 2013

Manakah Takdirmu?



Jika hari ini Anda di Indonesia, mungkinkah esok hari Anda akan berada di Makkah? “Bisa,” kata seorang santri. Bagaimana penjelasannya? Karena setiap hari Jumat Kyai-nya konon terbiasa shalat Jumat di Makkah. Padahal ketika waktu shalat Jumat Indonesia, di Makkah masih waktu subuh! Jadi di manakah sang kyai sebenarnya shalat jumat? Entahlah.

Kok jadi ke sana ya. Maksud saya jika hari ini Anda di Indonesia apakah mungkin esok hari Anda sampai di Makkah, tanpa membeli tiket pesawat, tanpa mengurus paspor, dan sebagainya. Anda hanya diam saja di rumah dan berharap esok sampai di Makkah. Lain halnya jika Anda berusaha untuk mengurus segala perbekalan yang dilakukannya. Kemungkinan besar Anda akan sampai ke Makkah. “Mungkin” karena kepastian hanya milik Allah. Usaha yang kita lakukan akan mendekatkan ke arah itu.

“Ketika kami sedang mengiring jenazah di Baqi’ Ghorqod (sebuah tempat pemakaman di Madinah), datanglah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil. Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu, kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun dari kamu sekalian atau tidak ada satu jiwa pun yang hidup kecuali telah Allah tentukan kedudukannya, di surga ataukah di neraka, serta apakah ia akan sengsara ataukah bahagia.”

Kemudian seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang telah ditentukan sebagai orang yang bahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barangsiapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara.”

Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang yang bahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara.”

Kemudian beliau membacakan surat al-Lail ayat 5-10 berikut (yang artinya), “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.” Demikian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Mengoptimasi Potensi Diri - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz