Monday, March 4, 2013

Luar Biasanya Potensi Manusia



Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Dianugerahi potensi yang tidak dimiliki makhluk lain. Malaikat sekalipun! Potensi itu beruapa:
§  Rasio/Pikiran
Rasio berbeda dengan akal. Rasio lebih mendasarkan pada kenyataan yang dapat ditangkap dengan indera. Misalnya kekuasaan Allah yang ada di alam ini. Rasio diperlukan manusia agar dapat mengenal Allag melalui tanda-tanda kekuasaanNya.
“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah), bagi kaum yang memikirkan.” (Ar Ra’d [13] ayat 3)

§  Akal (Al Aqlu)
Akal merupakan perpaduan antara unsur rasio dengan hati. Meskipun manusia mengetahui kekuasaan Allah yang ada di alam ini tetapi banyak di antara mereka yang tetap ingkar karena hatinya tidak berfungsi. Padahal akal dibutuhkan untuk memahami Al Quran.
“(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (Ibrahim [14]: 52)

§  Hati/Al Qalbu
Hati berfungsi untuk membedakan perbuatan yang baik dan buruk sebelum anggota badan melakukannya. Sifatnya selalu berubah, kadang beriman kadang berpaling. Maka hati harus selalu dijaga. Dibersihkan dari kotoran dan penyakit yang bisa merusak hati.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar Ra’d [13] ayat 28)

§  Nafsu
Ini yang membedakan manusia dengan malaikat. Ini yang membuat kehidupan menjadi dinamis. Ya, manusia memiliki nafsu yang mendorong manusia punya keinginan-keinginan. Tetapi nafsu bagai pisau bermata dua, dapat menuntun kepada kebaikan atau sebaliknya. Maka nafsu harus ditata, diredam, dan diarahkan.
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Yusuf [12]: 53)

Dengan segala potensi itulah, manusia dipercaya menjadi khalifah di muka bumi. Diberi amanat yang teramat berat. Amanat yang gunung saja tidak mampu menanggungnya!

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Mengoptimasi Potensi Diri - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz