Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah.
Dianugerahi potensi yang tidak dimiliki makhluk lain. Malaikat sekalipun!
Potensi itu beruapa:
§ Rasio/Pikiran
Rasio berbeda dengan akal. Rasio lebih mendasarkan
pada kenyataan yang dapat ditangkap dengan indera. Misalnya kekuasaan Allah
yang ada di alam ini. Rasio diperlukan manusia agar dapat mengenal Allag
melalui tanda-tanda kekuasaanNya.
“Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah), bagi kaum yang
memikirkan.” (Ar Ra’d [13] ayat 3)
§ Akal (Al Aqlu)
Akal merupakan perpaduan antara unsur rasio dengan
hati. Meskipun manusia mengetahui kekuasaan Allah yang ada di alam ini tetapi
banyak di antara mereka yang tetap ingkar karena hatinya tidak berfungsi.
Padahal akal dibutuhkan untuk memahami Al Quran.
“(Al
Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka
diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia
adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil
pelajaran.” (Ibrahim [14]: 52)
§ Hati/Al Qalbu
Hati berfungsi untuk membedakan perbuatan yang baik
dan buruk sebelum anggota badan melakukannya. Sifatnya selalu berubah, kadang
beriman kadang berpaling. Maka hati harus selalu dijaga. Dibersihkan dari
kotoran dan penyakit yang bisa merusak hati.
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar
Ra’d [13] ayat 28)
§ Nafsu
Ini yang membedakan manusia dengan malaikat. Ini
yang membuat kehidupan menjadi dinamis. Ya, manusia memiliki nafsu yang
mendorong manusia punya keinginan-keinginan. Tetapi nafsu bagai pisau bermata
dua, dapat menuntun kepada kebaikan atau sebaliknya. Maka nafsu harus ditata,
diredam, dan diarahkan.
“Dan
aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu
selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh
Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Yusuf
[12]: 53)
Dengan segala potensi itulah, manusia dipercaya
menjadi khalifah di muka bumi. Diberi amanat yang teramat berat. Amanat yang
gunung saja tidak mampu menanggungnya!

0 comments:
Post a Comment