Semoga
Allah memasukan kita ke dalam golongan orang Mukmin. Golongan yang bukan saja
mempercayai keberadaan Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Namun juga tunduk dan
patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan-Nya. Karena rasa percaya akan
keberadaan Allah saja belumlah cukup. Iblis sangat percaya kepada Allah karena
pernah berdialog, tetapi tetap saja Iblis termasuk golongan kafir sebab dengan
lancang telah membantah perintah Allah
Semoga
Allah senantiasa menanamkan keimanan ke dalam hati kita. Karena hanya dengan
kemurahan-Nya keimanan itu tetap bersemayam. Keimanan yang tidak bisa
diwariskan dan tidak pula dapat diperjual-belikan.
Mukmin
adalah orang yang beruntung. Setiap urusan dalam hidupnya menjadi hal
menakjubkan. Dan bisa menjadi ladang untuk mendulang pahala. Selalu ada
kebaikan dalam segala hal yang menimpa. Rasulullah pernah menginformasikan hal
ini dalam sabdanya, “Aku mengagumi seorang Mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia
memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar.
Seorang Mukmin diberi pahala dalam segala hal walau pun dalam sesuap makanan
yang diangkatnya ke mulut isterinya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Allah
telah menciptakan semua urusan menurut ukuran yang terbaik. Setiap kejadian
yang menimpa manusia memiliki makna dan manfaat. Hanya saja mungkin akal
manusia tidak sanggup untuk menjangkaunya. Allah mengetahui apa yang dibutuhkan
setiap hamba-Nya meskipun hamba tersebut tidak menyukainya.
Terkadang
seorang hamba menginginkan sesuatu yang itu buruk untuk dirinya. Dan dia kecewa
saat keinginan itu tidak terkabulkan. Padahal bila dikabulkan bisa jadi justru
membawa kemudharatan.
Kisah
Nabi Musa dan Qarun layaknya menjadi pelajaran. Suatu saat Qarun meminta kepada
Nabi Musa untuk mendoakan dirinya kepada Allah agar diberi kekayaan. Nabi Musa
menasihatkan bahawa apa yang dimiliki Qarun saat itu adalah lebih baik baginya.
Tetapi Qarun tidak juga mau mengerti. Akhirnya Nabi Musa mendoakan Qarun dan
doa itu pun terkabul. Qarun menjadi orang yang kaya raya. Tapi sungguh malang
sebab semakin bertumpuk kekayaan, Qarun semakin jauh dari Allah. Puncaknya
Qarun menyombongkan diri dan mengingkari nikmat Allah, “Karun berkata:
‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.’” (Al
Qashash [28]: 78)
Dan
kekufuran Qarun itu pun berakhir tragis saat Allah menurunkan azab-Nya. Qarun
dibenamkan ke dalam tanah beserta seluruh harta kekayaannya.
Maka
seorang Mukmin adalah mereka yang mampu memanfaatkan setiap kejadian dalam
hidupnya menjadi jalan meraih kebaikan. Menerima apa yang telah ditetapkan
Allah dengan hati yang ridha dan jiwa yang tegar. Karena akan ada selalu
kebaikan di balik setiap kejadian. Jika ditimpa kegagalan dan kesedihan maka
kesabaran adalah jalan menuju pertolongan-Nya. sabar dan shalat adalah sarana
meraih pertolongan-Nya. Jika kenikmatan terhampar di hadapan, maka kesyukuran
akan mengundang nikmat-nikmat selanjutnya. Barangsiapa bersyukur, Allah akan
menambahkan nikmat-Nya.
Sungguh
urusan Mukmin adalah menakjubkan!

0 comments:
Post a Comment